Halodunia.net – Jakarta, Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Syahri ‎Mulyo akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada malam ini. Dia tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, sekira pukul 21.30 WIB.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Syahri Mulyo langsung menjalani pemeriksaan intensif setibanya di Gedung KPK. KPK sendiri sempat memburu Syahri setelah buron selama tiga hari.

SM, Bupati Tulungagung telah mendatangi kantor KPK dan saat ini sedang berada di ruang pemeriksaan KPK,” kata Febri melalui pesan singkatnya, Sabtu (9/6/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ‎ Ketua DPC PDIP Tulungagung itu datang dengan mengenakan kemeja batik putih dibalut jaket hitam. Syahri menyambangi Gedung KPK dengan menggunakan taksi sekira pukul 21.30 WIB.

KPK pun menghargai proses penyerahan diri Syahri Mulyo. Kata Febri, hal itu dapat berimplikasi pada proses penanganan perkara yang menyeretnya. “Kami hargai penyerahan. Sikap kooperatif terhadap proses hukum tentu berimplikasi lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan ‎pada Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung.

Dia ditetapkan tersangka bersama tiga orang lainnya. Tiga orang tersebut yakni, pihak swasta, Agung Prayitno, Kadis PUPR Tulungagung, Sutrisno, dan pihak pemberi suap, Susilo Prabowo.

Diduga, Syahri menerima suap sebesar Rp2,5 Miliar dari kontraktor, Susilo Prabowo melalui perantara Agung Prayitno. Uang tersebut merupakan fee atas pemulusan proyek ‎pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas PUPR Tulungagung.

Uang suap sebesar Rp2,5 miliar diberikan Susilo Prabowo kepada Syahri dalam tiga tahapan yakni, pemberian pertama sebesar Rp500 Juta, pemberian kedua sejumlah Rp1 miliar, dan pemberian ketiga senilai Rp1 miliar.(hy/dwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here