Surabaya – Polisi mengamankan dua orang yakni DDK (23) warga Duduksampean dan MF (25) warga Manyar, Gresik. Mereka diamankan karena diduga sebagai operator dan kurir narkoba.
Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya Aditama mengatakan, dari keduanya polisi menyita 2,5 kilogram ganja, 48 ribu pil double L dan 90 gram sabu.
“Hari ini kita rilis pelanggaran penyalahgunaan narkotika yang cukup mengejutkan dan besar. Karena barang bukti yang kita dapatkan untuk kalangan sekelas polsek termasuk cukup besar,” kata Rendy kepada wartawan saat rilis barang bukti dan tersangka di Mapolsek Tegalsari, Minggu (22/9/2019).
“Kita sampai mendapatkan ganja sebanyak 2,5 kilogram, kemudian 48 ribu pil double L dan pil koplo. Kemudian ada 90 gram sabu. Jadi alhamdulillah bisa kita amankan semua,” Rendy menambahkan.
Menurutnya, keberhasilan polisi membekuk berawal dari penangkapan seseorang di depan Tunjungan Plaza (TP). Dari penangkapan itu, pihaknya kemudian mendapat informasi dan menindaklanjuti sampai ke Gresik.
“Jadi kejadian ini berawal dari informasi ada seorang yang diduga membawa narkotika dan antibandit yang dipimpin Kanitreskrim Tegalsari (Iptu Kennardi Dewanto) langsung mengamankan di depan TP. Setelah itu Kanitreskrim melaporkan kepada kami. Kita langsung turun dan tindaklanjuti dan kembangkan sampai ke Gresik,” tutur Rendy.
Rendy melanjutkan, saat ini pihaknya juga masih terus mengembangkan penangkapan tersebut. Yakni soal jaringan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang memasok narkoba. Sebab, sampai saat ini mereka masih bungkam.
“Menurut pengakuan mereka termasuk jaringan Lapas. Cuma sampai saat ini Lapas mana masih bungkam,” terang mantan Kapolsek Wonokromo itu.
Dalam pengakuannya, lanjut Rendy, meskipun memiliki berbagai jenis narkoba dalam jumlah besar, mereka membantah sebagai bandar. Mereka mengaku operator dan kurir saja.
“Istilah mereka ini yang satu operator dan yang satu kurir. Jadi yang Gresik yang tangkapannya banyak ini adalah operatornya. Jadi nanti dari operator, kemudian diambil kurir kemudian jalan.
DDK dan MF mengakui telah mengedarkan narkoba sejak bulan Juli. Total ada 4 kali transaksi yang sudah dilakukan. Sang operator langsung menerima barang dari bandarnya.
Ditanya di mana saja mereka mengedarkan barang terlarang tersebut, Lagi-lagi para tersangka memilih bungkam. Meski begitu, polisi berjanji akan terus mengembangkan dan membongkar jaringan mereka.
“Sampai sekarang mereka masih bungkam. Tugas kami adalah nanti kita akan kembangkan lagi ke mana saja pil-pil setan ini. Kita mohon doanya agar kita bisa kejar dan ungkap lagi,” pungkas Rendy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here