Jogosuroboyo.com,–Ketika penulis menerima telegram mutasi ke Divhumas Polri pada 22 Oktober 2019 lalu, beragam respons sahabat terucap. Ada yang mencibir, banyak yang ikut bersyukur. Minggu,(24/11/2019).

Sesungguhnya, penulis melihat peluang besar untuk bisa belajar lebih dalam tentang ilmu komunikasi dan kehumasan (public relation). Sesuai pendapat Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA, bahwa ilmu kepolisian itu bersifat multidisipliner, dibangun dari berbagai ilmu pengetahuan sehingga penting bagi penulis utk mendiversifikasi ilmu meski awalnya berlabel “orang Reserse”.

Humas kepolisian dibangun dengan komunikasi yang seluas mungkin ke jaringan informasi. Semua keingintahuan publik tentang perkembangan situasi dan kinerja kepolisian harus mampu didinamisir oleh humas kepolisian secara cepat dan akurat melalui jaringan informasi tersebut.

Seminggu bertugas di Divhumas, penulis harus membangun jaringan informasi baru dengan pejabat di Kemenlu, KBRI Malaysia, KBRI Filipina dan konjen-nya untuk menjawab perkembangan informasi terkait WNI yang menjadi korban pengeroyokan dan yang ditangkap oleh PDRM, juga WNI yang diculik Abu Sayyaf. Belum lagi jaringan informasi di satuan kerja dan satuan wilayah lainnya.


Ritme tugas seminggu yang cukup tinggi ini sesungguhnya merepresentasikan bahwa humas kepolisian tidak lagi boleh dipandang sebelah mata, namun layak diproyeksikan sebagai pelaksana tugas pokok kepolisian.

Perkap No.6 Tahun 2017 tentang SOTK Mabes Polri masih menempatkan humas kepolisian sebagai unsur pembantu pimpinan atau staf, sehingga dalam proyeksinya ke depan, penting bagi para konseptor di Divisi Humas Polri untuk merevisi Perkap tersebut dan mengangkat humas kepolisian sebagai unsur pelaksana tugas pokok, sejajar dengan Bareskrim, BIK, dan Baharkam.

Proyeksi humas kepolisian masa depan sebagai unsur pelaksana tugas pokok kepolisian ini harus diikuti dengan analisa dan pengkajian yang lebih dalam tentang sumber daya organisasi yang mendukung, mulai dari SDM, anggaran, sarana dan prasarana dan metode kerja-nya.

Konseptor harus belajar dari banyak source dengan library research, membangun komunikasi dengan manajemen media swasta profesional, membandingkan humas kepolisian di negara lain serta penelitian lapangan (field research).

Gayung bersambut, Kadivhumas Polri IJP Muhammad Iqbal, SIK., MH sudah memerintahkan beberapa pamen untuk melakukan analisa dan pengkajian itu, bahkan telah membukakan komunikasi tim dengan beberapa pimpinan redaksi (pimred) media swasta profesional. Rangkaian diskusi akan segera dilakukan tim konseptor untuk merampungkan produk tertulis yang analitis dan akuntabel.

Di tingkat pusat, Kadivhumas Polri bahkan sudah memikirkan langkah strategis untuk menyiapkan kantor humas kepolisian seperti layaknya kantor media swasta profesional, ada ruang studio, press confrence room, press room, monitoring room, ruang siaran radio dan ruang lain yang dilengkapi sarana dan prasarana yang adaptif dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal

Penulis yakin, sebagian besar pimpinan satuan kewiilayahan tingkat Polda dan Polres pun sudah memikirkan hal yang sama dengan mindset Kadivhumas Polri tersebut.

Dalam Teori SWOT, humas kepolisian punya “strength dan opportunities” yang sangat besar dengan sumber daya informasi dan jaringan yang sangat luas hingga ke tingkat desa.

Tidak heran ketika banyak informasi kepolisian tentang kejahatan, program humanis, penanganan bencana alam, terorisme dan lain-lain dimanfaatkan dan dikemas dalam berbagai program menarik di media-media swasta.

Bagaimana luar biasanya ketika stength dan opportunities ini dikelola lebih optimal oleh humas kepolisian di masa depan, misalnya melalui Tribrata TV atau Bhayangkara FM misalnya. Pasti dampaknya pasti luar biasa.

Meski saat ini masih mimpi, penulis optimis humas kepolisian menjadi satuan yang kinerjanya akan signifikan bagi kepolisian dan masyarakat. Dari sekarang, mari kita siapkan kompetensi sumber daya manusia-nya.

(Akbp Shinto Silitonga Kasubag Opini dan Evaluasi Divhumas Polri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here