Peristiwa Bom Thamrin 2016 diangkat menjadi film layar lebar. Polri berharap film tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap kejahatan terorisme.

Iya ini adalah satu pembuatan film di mana based on true story, film tentang bom di Jalan Thamrin, Januari 2016, ini kita filmkan dengan harapan menang menjadi satu pembelajaran buat kita semua, buat hati-hati dan kita dalam rangka sosialisasi antiterorisme,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di acara Kartini Run di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (22/4/2018).

Syuting film ’22 menit’ ini sendiri telah digelar selama dua minggu berturut-turut. Syuting dilakukan setiap akhir pekan.

Sejumlah warga mengeluhkan kemacetan di kawasan Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, lantaran ada penutupan lalu lintas. Kemacetan itu pun dikeluhkan oleh para netizen di media sosial.

Sebelumnya, salah seorang pengguna jalan bernama Tommy Prabowo juga bercerita kepada detikcom bahwa ia harus berputar-putar di jalan Jakarta karena terjebak macet. Tommy hendak menuju Thamrin City.

“Saya lewat Kuningan, saya dari Epicentrum Kuningan lewat Jl Guntur, kemudian saya mau belok ke Tanah Abang stuck, akhirnya saya lewat City Walk balik lagi ke HI. Berangkat jam 12.00 WIB baru sampai jam 13.45 WIB,” tutur Tommy, Sabtu (21/4).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here