Terkait Sejarah Monumen Tugu Pahlawan yang berada di Taman Kebonrojo dan tepat berhadapan dengan Kantor Gubernur Jawa Timur ini ada dua pendapat yang beredar. Pendapat pertama menyebutkan bahwa berdirinya monumen ini dicetuskan oleh Walikota Surabaya yang kala itu adalah Doel Arnowo. Dikatakan bahwa Doel Arnowo meminta seorang arstitek yang bernama Mr. Tan untuk merancang gambar tugu, lalu hasil tersebut diajukan kepada presiden Soekarno.

Sementara itu pendapat kedua menyebutkan bahwa Presiden Soekarno sendiri yang langsung memprakarsai pendirian tugu ini. Ide tersebut kemudian disambut dengan baik dan memperoleh perhatian khusus dari Doel Arnowo. Demi mendapatkan hasil yang memuaskan, diadakanlah sayembara untuk memilih arsitek. Akhirnya yang terpilih adalah gambar hasil tangan Ir. R. Soeratmoko. Dalam pelaksanaannya peletakan batu pertama monumen ini langsung dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dengan didampingi oleh Walikota Surabaya, Doel Arnowo. Prosesi ini dilakukan tepat pada tanggal 10 November 1951. Proses pembangunannya pun beberapa kali berpindah tangan.

Pertama kali pembangunan ditangani oleh Balai Kota Surabaya, lalu berpindah dan dilanjutkan oleh Indonesia Engineering Corporation, dan kembali diteruskan oleh Pemborong Senja. Pembangunan tugu ini menghabiskan waktu selama sepuluh bulan. Sehingga pada tanggal 10 November 1952 Ir. Soekarno meresmikan tugu tersebut serta didampingi oleh Walikota Surabaya selanjutnya yaitu Moestadjab Soemowidigo.

Pasalnya gedung tersebut mengingatkan terhadap penderitaan yang dialami rakyat dan sangat sulit dilupakan. Bukan hanya itu gedung tersebut juga berfungsi sebagai tempat untuk menjadikan rakyat yang berjuang melawan pemerintahan Jepang ditawan dan disiksa. Salah satu tokoh sekaligus pejuang yang disiksa di gedung tersebut adalah Cak Durasim. Beliau merupakan seorang sediman ludruk yang sangat terkenal dengan parikannya. Isi parikannya memang bersifat menunjukkan perlawanan terhadap penjajah.

Tugu ini dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar. Sesuai dengan rancangannya, tugu ini berbentuk paku terbalik dengan tinggi 45 yard atau sekitar 41,15 meter. Diameter tugu di bagian bawah adalah 3,1 meter dan di bagian atasnya 1,3 meter yang menjadi lambang cita-cita kemerdekaan yang tinggi pada arek-arek Suroboyo.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa lengkungan pada tugu menunjukkan tanggal 10, sementara 11 ruas yang berada di bagian atasnya menunjukkan bulan November, dan tinggi tugu yang mencapai 45 yard menunjukkan tahun 1945. Pada bagian puncak tugu terdapat lampu berwarna merah serta penangkal petir. Di bagian bawah tugu sendiri dihias dengan ukiran berbentuk trisula, stambha, cakra, dan padma. Ukiran tersebut menghasilkan kesan artisitik terhadap tugu.

Itulah Sejarah Monumen Tugu Pahlawan di Surabaya yang tidak lepas dari peristiwa 10 November 1945. Seiring berjalannya waktu monumen yang dibangun untuk mengenang kejadian bersejarah serta para pahlawan yang gugur ini telah berkembang menjadi destinasi wisata. Para wisatawan datang untuk ikut mengenang kerasnya perjuangan bangsa mempertahankan kemerdekaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here