Insiden pemukulan terhadap warga oleh oknum polisi dibawa ke Propam Mabes Polri. Oknum yang dilaporkan melakukan pemukulan itu ternyata Wakapolres Kepulauan Seribu Kompol Asep Alhuda.

“(Yang dilaporkan) atas nama Kompol Asep. Yang saya tahu dia Wakapolres Kepulauan Seribu,” kata salah satu warga, Haji Lutfi yang mendampingi korban Rosidin, saat dihubungi Jumat (15/11/2019).

Lutfi mengaku dirinya juga sudah lama kenal dengan Asep. Sebab, keluarga Asep adalah orang Bogor yang tinggalnya tidak jauh dari lokasi kejadian di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

“Wakapolres Kepulauan Seribu Kompol Asep Alhuda. Saya kenal sudah lama. Keluarga saya sama dia saling kenal. Asep itu teman SD kakak saya,” Lutfi menegaskan.

Lutfi adalah salah seorang tokoh di Desa Sukaluyu, Tamansari, Kabupaten Bogor yang diminta mendampingi Rosid. Lutfi mendampingi Rosidin saat diminta menemui Kompol Asep di sebuah vila usai aksi pemukulan itu.

Lutfi menyebutkan, insiden pemukulan itu terjadi di depan rumah Rosidin pada 13 Juli 2019 lalu. Kompol Asep sendiri telah dilaporkan ke Propam Polda Metro Jaya pada saat itu.

Akan tetapi, 4 bulan setelah kejadian itu berlalu, korban tidak mendapat kejelasan tindak lanjut perkara yang dilaporkan. Lutfi akhirnya ke Propam Mabes Polri pada Kamis (14/11) kemarin untuk meminta tindak lanjuti laporan tersebut.

“Saya waktu itu sudah laporan ke Polda Metro Jaya, cuma sampai saat ini belum ada kepastian ini. Makanya saya singgah ke Mabes Polri untuk menindaklanjuti proses yang kemarin saya laporkan. Sebenarnya untuk kejadian kemarin, itu sebenarnya masalah sepele. Cuma dibesar-besarkan,” papar Lutfi.

Insiden pemukulan itu terjadi di Jalan Bulung Tunggal, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada tanggal 13 Juli 2019. Kompol Asep merasa laju mobilnya terhalangi saat seorang warga bernama Aris memundurkan motornya di pinggir jalan.

Kompol Asep kemudian memarahi Aris. Asep bahkan meminta Aris menunjukkan surat kendaraan dan mengambilnya.

Kejadian itu terekam CCTV. Dalam rekaman CCTV yang tersebar, Kompol Asep menghampiri sejumlah pemuda yang nongkrog di seberang setelah memarahi Aris.

Kompol Asep tampak menginterogasi pemuda-pemuda yang sedang duduk di tangga toko. Ketika salah satu korban yang diketahui bernama Rosid pergi, oknum itu mengejar.

Oknum itu terlihat meminta ponsel milik Rosid. Rosid juga sempat dipukul oleh oknum itu.

Kadiv Propam Polri Irjen Hendro Pandowo mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus itu. hendro memastikan Kompol Asep akan diperiksa oleh Propam.

“SOP kalau ada laporan tentu kita mintai keterangan, termasuk yang bersangkutan,” kata Hendro saat dihubungi¬†.

Hendro mengatakan pihaknya akan mendalami kronologi kejadian itu. Polisi tersebut akan ditindak jika terbukti melakukan pelanggaran pidana.

“Kalau terbukti akan ditindak tegas,” imbuh Hendro.

detikcom sudah meminta konfirmasi dari Kompol Asep terkait kejadian tersebut. Namun ia enggan memberikan tanggapan.

“Itu mohon maaf kalau itu saya minta izin dulu ke Kapolres saya,” kata Kompol Asep.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here