18.3 C
New York
Sabtu, Juni 15, 2024

Buy now

Cerita Miris Sebelum Mobil Tabrak Pohon di Surabaya Sebabkan 1 Orang Tewas

Cerita Miris Sebelum Mobil Tabrak Pohon di Surabaya Sebabkan 1 Orang Tewas

Satlantas Polrestabes Surabaya mengungkap fakta baru di balik kecelakaan mobil Honda Jazz di Jalan Dharmahusada, yang menewaskan seorang pelajar SMA bernama Levyndion (17), asal Probolinggo. Kecelakaan pada Kamis (2/12/2022) dini hari lalu itu bermula saat korban pulang dari tempat hiburan malam di Jalan Basuki Rahmat Surabaya pada Rabu (1/12/2022) malam, atas ajakan Budiono (45), ayahnya. Dalam gelar kasus yang dilakukan Satlantas Polrestabes Surabaya di Satpas Colombo, Selasa (13/12/2022), Budiono terlihat menunduk, dan menyesal karena mengajak anaknya minum alkohol hingga kecelakaan terjadi dan berujung meninggal dunia.

Budiono mengaku mengajak anaknya minum alkohol di tempat hiburan itu, agar anaknya tidak diajari orang lain. “Saya kepingin anak saya tidak diajari orang lain. Saya ingin anak saya tahu dari saya dan saya bisa mengontrol,” ungkapnya.

Budiono menyebut, hari itu adalah hari pertama anaknya minum alkohol. Karena sebelumnya dia tidak pernah mengajaknya ke tempat hiburan.  ‘Saya tidak bermaksud mengajarkan hal negatif ke anak saya. Saya ngasih tahu saja bahwa alkohol tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak,” tambahnya.

Sumentara Kasatlantas Polrestabes Surabaya, Kompol Arif Fazlurrahman mengatakan, di tempat hiburan itu, korban dan ayahnya meminum wisky. Setelahnya, sang ayah membiarkan anaknya pulang bersama Ryo Suharjito (21), mahasiswa asal Probolinggo yang mengemudikan Jazz bernopol N 1363I H. “Setelah mengajak ke tempat tersebut, bapak korban itu cabut (pulang) terlebih dahulu dan membiarkan korban pulang bersama temannya itu,” ujar Arif. Menurut Arif, saat sampai di Jalan Dharmahusada, mobil itu oleng naik ke taman lalu menabrak pohon hingga terpental lagi ke aspal dalam kondisi ringsek dan terbalik. Kecelakaan tunggal disebabkan kelalaian Ryo yang saat itu dalam pengaruh alkohol.
“Pengemudi sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan statusnya tahanan,” tegas dia.
Arif menambahkan, peristiwa tersebut patut disesalkan dan diharapkan bisa menjadi pembelajaran masyarakat. “Karena kita sadari peran orangtua dan tanggungjawabnya untuk memberikan pengawasan kepada anak adalah hal yang sangat mutlak,” tandasnya.