Aktor muda Jefri Nichol ditangkap terkait penyalahgunaan ganja. Jenis narkoba yang satu ini termasuk yang paling sering disalahgunaan.

Ada banyak cara untuk menggunakan ganja, yaitu diisap seperti rokok, vaping menggunakan rokok elektrik, diolah dalam bentuk masakan dan sebagainya.

Di Indonesia ada berbagai olahan masakan yang memakai ganja, yang populer dengan sebutan ‘cimeng sayur’. Ada pula ganja yang diolah menjadi kue brownies.

Apapun cara pakainya, kandungan THC (dan juga zat cannabinoid lain yang ada) di dalam ganja akan masuk ke aliran darah dan akhirnya dikirim ke otak pengguna. Intinya, efek sampingnya sama meski prosesnya sedikit berbeda.

Dikutip dari drugabuse, inilah perbedaan ketika tubuh memproses ganja yang diisap dan dimasak.

1. Diisap 

Saat diisap, senyawa THC akan memasuki paru-paru, kemudian ke aliran darah dan membawa bahan kimia ke otak. Seseorang yang merokok ganja dapat merasakan efek THC lebih cepat. Berdampak pada kesehatan pernapasan, seperti peradangan saluran napas, barotrauma, dan masalah paru obstruktif.

2. Dimasak 

Setelah mengkonsumsi ganja yang dimasak, THC akan diserap ke dalam aliran darah melalui saluran pencernaan. Ganja mengalami proses metabolisme di hati sebelum memasuki aliran darah. Prosesnya lebih lama dari ganja yang diisap namun efek sampingnya sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here