Rumput asem dan angguran jenisnya sama cuma bentuk nya berbeda, sedikit mengenai Macroalgae :

Macroalgae pada aquarium air laut adalah biofiltering, membantu buffering pH, menyerap carbon dioksida dan melepaskan oksigen, membantu menyeimbangkan trace elements (magnesium, phosphate, iron), bahan pakan, nutrient exporter, dekorasi, habitat/shelter buat microfauna, bioindicator/real-time monitor kelangsungan hidup sistim, salah satu penyerap phosphate, nitrate, logam terbaik, menekan pertumbuhan microalgae.

Berdasarkan warna pigmen untuk fotosintesa, macroalgae dibagi atas Phaeophyta (coklat), Rhodophyta (merah) dan Chlorophyta (hijau). Warna pigmen yang merah mempunyai kegunaan untuk fotosintesa dari spektrum cahaya tertentu (low light condition).

Macroalgae menyerap nitrogen, phosphate, potassium, calcium, magnesium, iron dan lainnya. Dari unsur diatas, yang paling banyak diserap adalah nitrogen. Usahakan perbandingan N : P mendekati redfield ratio sebab pada kondisi ini macroalgae paling efektif menyerap nitrate dan phosphate. Redfield ratio adalah perbandingan molekuler C : N : P sebesar 106 : 16 : 1. Apabila kandungan phosphate di aquarium lebih besar, sudah dapat dipastikan aquarium dikuasai oleh blue green algae. Pada kondisi ini aquarist dianjurkan menambahkan KNO3 atau Ca(NO3)2 untuk mencapai perbandingan N : P sebesar 10 – 30 : 1. Perbandingan yang paling optimal buat aquarium adalah N : P sebesar 23 : 1. Apabila perbandingan N : P sudah baik, blue green algae akan hilang dengan sendirinya.

Macroalgae yang paling disukai oleh reefers adalah Caulerpa racemosa (angguran), Caulerpa taxifolia (rumput aseman)

harus diingat pada saat gamet/going sexual, caulerpa melepaskan spora yang banyak menghisap oksigen, membuat air menjadi keruh, meningkatkan ammonia, nitrite, nitrate, phosphate pada air aquarium, mengeluarkan cairan yang berguna buat dirinya tetapi merupakan racun buat biota lain. Kekurangan/kehabisan oksigen bisa membunuh seluruh biota aquarium. Tanda-tanda gamet/going sexual adalah timbulnya bintik-bintik putih pada caulerpa 12 jam sebelumnya. Apabila melihat tanda-tanda ini sebelumnya, segera angkat caulerpa dari aquarium.

Penyebab gamet/going sexual pada caulerpa adalah tidak cukup makanan untuk pertumbuhannya terutama nitrogen, tidak cukup cahaya/photoperiod yang tidak sesuai, stress karena perubahan salinitas dan temperature.

Cara pencegahan gamet/going sexual pada caulerpa adalah trimming teratur sebulan sekali, berikan pencahayaan 10 jam sehari, tanam di air yang dangkal supaya cukup mendapat cahaya, berikan additive zat besi dan jodium. Apabila menggunakan lampu, cukup diberikan TL daylight jenis hemat energy yang 18 W – 27 W atau lebih tergantung kebutuhan.

Cara trimming macroalgae yang baik adalah dalam sebulan membuang paling banyak 25 % dari keseluruhan macroalgae. Yang dibuang adalah bagian yang paling tua yaitu bagian yang paling sedikit mendapat cahaya sedangkan bagian yang banyak mendapat cahaya umumnya bagian yang masih muda dan bertumbuh terus. Bagian yang paling muda adalah yang paling agresif menyerap nitrate dan phosphate. Dengan trimming secara teratur, pertumbuhannya bisa lebih cepat. Membuang makroalgae lebih dari 25 % bisa membahayakan kelangsungan hidup sistim aquarium.

Hal-hal yang harus segera dikerjakan apabila sudah terjadi gamet/going sexual yaitu segera lakukan ganti air, gunakan carbon active, aerasi, pastikan filtrasi bekerja dengan baik.

Bahan kimia tertentu seperti zeovit bisa membunuh macroalgae secara perlahan-lahan.

Macroalgae keduanya sama-sama menyerap nitrate dan phosphate

semoga dimengerti……. yuk belajar lagi mengenai Macroalgae

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here